Data teknis jembatan Tenggarong Kutai Kartanegara (Kukar) yang runtuh, rangka baja berasal dari dalam negeri. Sementara material kabel baja jembatan diimpor dari negara Kanada. Ternyata baja Indonesia lebih bagus daripada baja luar negeri. Produksi baja suatu negara dapat menggambarkan bagaimana perkembangan industri negara tersebut. Apakah bisa dibilang maju atau biasa saja kemajuannya.
Industri baja Indonesia baru menghasilkan 7 juta ton baja per tahun, sangat kecil sekali dibandingkan dengan produksi baja di China yang mencapai 560 juta ton per tahun. Indonesia akhirnya menjadi sasaran empuk pasar baja internasional.
Kekurangan supply baja dari Industri di Indonesia itu menyebabkan pembangunan Jembatan Tenggarong mengalami kemunduran selama 6 tahun. Dimulai pada tahun 1995, proyek tersebut akhirnya baru selesai pada tahun 2011. Dengan kontraktornya adalah PT Hutama Karya.
Sementara produksi kabel baja tidak tersedia di Indonesia karena menurut perhitungan eknomi para pemilik pabrik baja merugikan karena pangsa pasarnya sangat kecil. Di Indonesia jembatan gantung (suspended bridge) masih sedikit berbeda dengan di Jepang yang di setiap pulaunya sudah dihubungkan dengan jembatan-jembatan gantung.
Penetapan Tersangka Penyelidikan Runtuhnya Jembatan Kukar
Polisi dalam tahap akan menentukan siapakah yang akan menjadi tersangka dari hasil penyelidikan saksi-saksi kejadian persitiwa Runtuhnya jembatan Tenggarong Kukar.